Sabtu, 03 Oktober 2009

PUISI

Kehilangan
oleh: Arie Ad.

Tuhan...
Di mana negeriku yang indah?
Sekian lamanya
Tak juga ku lihat keindahan Indonesia yang sesungguhnya
Sucinya negeriku, putihnya Indonesiaku
Telah ternoda oleh dosa para penghianat yang tak bermoral
Mulai dari korupsi, hingga mutasi
Selalu mengisi kahampaan dalam negeriku Indonesia
Sungai yang menguap
Tanah yang lapuk
Seolah hanya menjadi tontonan murah di hidup ini
Tuhan...
Di mana Indonesia ku yang agung
Di mana Indonesia ku yang selalu membuat orang takjub
Tuhan...
Inikah Wajahku
Wajah negeriku
Indonesia...
--------------------------------------------------------------------------------------

Nice Dream
oleh : Arie Ad.

Bagaikan seberkas sinar di dalam gurun gua sepi
Kau menembus dinding dingin ruang mimpi
Dan kau pun menjadi keindahan yang tak terduga
Meski aku hanya dapat sejenak menikmati keindahanmu
Kuas-kuas sunyi melukisi anganku
Hingga ku terpukau dan bertukar tanggap dengan bayangan sendiri
Aku pun bertanya dalam hati
Mengapa harus aku yang mengalami kegilaan cinta ini??
Kau urai isi dunia lewat tatapan mata
Kau tandai bumi dengan tarian malam
Sungguh ku dekap detik-detik terakhirku dalam mimpi
Hingga ku terdampar di bawaah riang tanpa akhir
--------------------------------------------------------------------------------------

RINDU
oleh: Arie Ad. [23 Sept 2008]

Cinta...
Walau dirimu kini berada di tempat yang jauh
Namun, rasa rinduku tak dapat lagi tertampung
Sehingga, setiap jengkal kaki yang kulangkahkan
dirimu kan selalu terbayang di dalam benak
Cinta...
Meski sifat mentari tak dapat kita tebak
Meski perasaanku tak dapat kau baca
Namun ku kan selalu mencoba untuk mengkaji arti cinta
Agar kau bisa mengerti kegilaan yang kini sedang kurasa
Walau demikian, kukan tetap berharap dan berdoa
Agar perahu cinta ini dapat segera berlayar
Dan diriku tak lagi terdampar di gelapnya hasrat yang bergelombang
Sehingga ku bisa tetap berjalan tuk menatap senyuman dunia yang menawan
Cinta...
Ku harap engkau mendengar jeritan hatiku ini
Jeritan hati yang mengalahkan kerasnya suara guntur
dan jeritan yang memecah sunyinya malam
Sampai engkau tahu,. . .
--------------------------------------------------------------------------------------

NN
Oleh: Arie Ad. [22 Juli 2009]

Aku mengagumi bayang-bayang
Aku mencintai angan-angan
Selalu kuartikan bahasa cinta dalam gelap malam
tapi hati tetap tak dapat membacanya
Awan membawa hujan turun ke bawah
Laut berkaca-kaca bak kristal kemilauan
hati pun bergejolak
Seperti ombak yang menghempas menyentuh langit
Kasih mengalir pada celah-celah kecil dalam hati
Kepada langit aku menangis
Kepada laut aku menangis
Tetap aku tak memperoleh jawaban
Sang Adam hanya terdiam
Mengalihkan pikiran pada bintang di langit
Roda berputar mengikuti alur
Dan Sang Adam tetap terdiam
Aku mencoba untuk memeluk laut
Aku mencoba unutuk mendekap angin
Nafasku terhempas
Tak mampu hingga tersurut , menyatu dalam nyanyian bumi
Sang Adam tetap terdiam
menjadi sebuah khayalan dalam kenangan
Atau menjadi sebuah angan dalam pikiran
Sampai nafas memburu...
Dalam cinta yang bisu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar